KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Anak-anak bermain di sekitar banjir yang terjadi akibat meluapnya
Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (19/1/2014).
Anak-anak bermain di sekitar banjir yang terjadi akibat meluapnya
Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (19/1/2014).
Tidak hanya YKS nya TransTV (YKS = Yuk Keep Smile, red) yang menjadi trending topik akhir akhir ini, kata ‘banjir’ juga ikut membanjiri kancah per internetan, perkoranan (bahasa dari mana neh !) dan pertelevisian. Banjir memang sedang menyebar kemana-mana, Jakarta, Manado, Subang, Indramayu, Pekalongan dan lainnya, sang pengusasa daerah lembah itu akan kembali merebut dan menempati tempat asalnya. Kalo air bisa ngomong, “jangan salahkan saya kalo Jakarta itu banjir, lha wong Jakarta yang punye itu pak Air dan Ibu air, dari zaman tempo doeloe, sudah dari sono nya air penguasa Jayakarta/Batavia, jadi yang punya pulang membanjiri jangan heran dong?”
Sudah banjir kepalang basah, yang
sudah terjadi jangan disesali, tinggal masa surut ini masing-masing berbenah,
membersihkan rumah dan lingkungan pasca banjir. Kalo ada orang partai atau
caleg mau bantu, terus pasang benderanya, biarkan saja yang penting lingkungan
kita bersih. Setuju dong!
Ini yang penting, kita juga harus
waspada terhadap beberapa penyakit pasca banjir, menurut Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | kompas.com, Selasa, 21 Januari 2014, Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh 3
kelompok penyakit tersebut antara lain:
1. Penyakit yang ditularkan
makanan dan minuman penyebaran secara fecal oral yakni ; infeksi kolera, disentri, rotavirus
serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah
berak, mules saat BAB dan BAB ada darah. Diare juga menjadi KLB pada banjir
Jakarta tahun 2007.
2. Penyakit yang ditularkan oleh
nyamuk (penyakit disebarkan melalui vektor penyakit ) : penyakit yang dibawa
oleh vektor penyakit, misalnya dengue hemorrhagic fever (DHF) yang dibawa
melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
3. Penyakit yang ditularkan
melalui tikus. Penyakit yang ditularkan melalui hewan dari ordo Rodentia, yaitu
tikus merupakan penyakit yang juga sering didapat saat pasca banjir. Salah satu
jenis rodent borne disease yang dapat timbul pada bencana banjir adalah
Leptospirosis yang dibawa melalui kencing dan kotoran tikus dalam genangan
banjir.
Apabila kita mengalami luka
terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar
dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita.
Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit
kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan
timbul kuning pada mata dan kulit. BAK berubah seperti air teh. Sekilas pasien
ini seperti pasien dengan infeksi hepatitis virus. Penyakit leptospirosis
sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain
terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.
Begitulah kita harus waspada akan
penyakit diatas. Nah bagian yang tak kalah penting ini dia, pan kalo
habis banjir kan itu alas tidur kasur, bantal, guling, sprei pada rusak, bahkan
hilang atau hanyut dibawa air, ini saatnya cari yang baru, Habis Banjir Belilah Kasur Baru . Oleh
karena itu, perkenalkan kami Indo Busa Bekasi siap membantu Anda untuk
melengkapi kebutuhan kasur busa berkualitas terbaik tahan kempes garansi 10
tahun (Iklannya panjang amat, biarin Amat aja ga protes, yang penting laku).
Jadi Bapak Ibu, Saudara-saudari,
Kakak-Adik, Om–Tante, Oma-Opa, Mas-Mbakyu, yang membutuhkan kasur busa, kasur
lipat, sofa bed sekaligus assesoriesnya (bantal, cover bed dsb). Jangan
ragu-ragu hubungi kami di 08788 421
4265. Ditunggu kabar baiknya.
0 comments:
Post a Comment